Kamis, 29 Oktober 2015

LAPORAN PRAKTIKUM PENGETAHUAN LINGKUNGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN



 A.  Latar belakang
Dewasa ini tentang pencemaran lingkungan semakin ramai dibicarakan. Hal ini dimungkinkan karena tingkat pencemaran lingkungan sudah memasuki tahap yang sangat mengkhawatirkan, bahkan mengancam keberlangsungan hidup manusia, suatu lingkungandikatakan tercemar apabila terdapat bahan – bahan yang dapat menyebabkan perubahan yang tidak diharapkan baik bersifat biologis, fisik, maupun kimiawi sehingga terjadi gangguan pada organisme yang berada di dalam lingkungan tersebut.
Tiap pencemaran memiliki derajat pencemaran yang berbeda bergantung pada konsentasi zat pencemar tersebut dan waktu atau lamanya kontak antara bahan pencemar dengan lingkungan. Berdasarkan substratnya, pencemaran dibedakan menjadi pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanah.
Bahan yang dapat menyebabkan pencemaran airdiantaranya, sampah rumah tangga, limbah industri, sisa pestisida, herbisida, algisida, dan fungisida. Tembaga (Cu) sering terdapat di badan perairan karena digunakan sebagai fungisida atau algisida. Cu sebenarnya merupakan unsur mikro nutrient yang diperlukan tunbuhan, tetapi kadar Cu yang terlalu tinggi dapat menimbulkan keracunan yang efeknya berfariasi.
Bahan pencemar diudara dapat berbentuk gas ataupun partikel. Bahkan pencemar berbentuk gas diantaranya CO, CO2, SOx, NOx, dan senyawa hidrokarbon. Adapun bahan pencemar yang berupa partikel adalah asap, debu asbestos, dan partikel logam berat, seperti Pb, dan Cd.
Bahan pencemar udara dalam bentuk gas dan paling banyak didapati adalah sulfur dioksida (SO2). Apabila SO2 bereaksi dengan oksigen akan membentuk SO3. Selanjutnya, jika SO3 ini bereaksi dengan uap air akan menimbulkan hujan asam.
  
B.     Tujuan
1.   Mahasiswa dapat menentukan kadar toksisitas CuSO4 (tembaga sulfat) terhadap ikan seribu (lebisted sp)
2.   Mahsiswa dapat menentukan tingkat pencemaran udara dibeberapa tempat berdasarkan derajat keasaman air hujan.

C.    Asumsi dan hipotesis
Asumsi kami bahwa CuSO4 merupakan senyawa kimia yang mempunyai toksisitas. Toksisitas tersebut dapat mencemari lingkungan ataupun organisme yang mengonsumsi senyawa itu. Maka kami berhipotesis bahwa ikan seribu yang menjadi bahan percobaan kami akan mengalami keracunan bahkan kematian jika kadar konsentrasi senyawa CuSO4 itu tinggi. 
Untuk lebih jelasnya silahkan Download Disini!!!


Unknown

Unknown

Mahasiswa S-1 Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Sukabumi