Asam
dan Basa merupakan zat kimia yang sering kita temukan dalam kehidupan
sehari-hari. Misalnya di dalam kebutuhan rumah tangga detergen yang sering kita
pakai untuk mencuci merupakan zat yang bersifat basa sedangkan zat yang bersifat
asam ialah asam cuka/asam asetat (CH3COOH) dan sebagainya. Baahan-bahan
tersebut yang sering kita pakai umumnya tidak diketahui kadar keasamannya. Maka
dari untuk mengetahui pH ( derajat keasaman) biasanya digunakan beberapa
indicator asam dan basa diantaranya indicator fenolftalein (PP), metil merah,
metil orange, bromtimol, kertas lakmus dan sebagainya. Hal ini dilakukan karena
tingkat keasaman suatu larutan asam-basa mempengaruhi kemampuan berionisasi.
Garam
ialah senyawa yang sering juga kita temui bahkan kita konsumsi , garam yang
kita konsumsi pada umumnya merupakan senyawa NaCl hasil persenyawaan dari ion
natrium (Na+) dan ion klorida (Cl-). Banyak sekali jenis garam yang ada di muka
bumi ini namun garam-garam tersebut terbentuk berdasarkan jenis reaksi yang
berbeda-beda dan berdasarkan sifat keasaman dan kebasaannya. Dari sekian banyak
jenis garam yang ada tentunya ada yang terhidrolisis dan tidak tergantung dari
jenis reaksinya. Pada garam yang mengalami hidrolisis terdapat pH yang berbeda-beda
, dan ini perlu diketahui pHnya karena akan berpengaruh terhadap kemampuan
berionisasinya.
untuk lebih jelasnya download Didieu !!!!
