Jumat, 06 Februari 2015

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA MENENTUKAN pH LARUTAN ASAM BASA dan GARAM TERHIDROLISIS


Asam dan Basa merupakan zat kimia yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya di dalam kebutuhan rumah tangga detergen yang sering kita pakai untuk mencuci merupakan zat yang bersifat basa sedangkan zat yang bersifat asam ialah asam cuka/asam asetat (CH3COOH) dan sebagainya. Baahan-bahan tersebut yang sering kita pakai umumnya tidak diketahui kadar keasamannya. Maka dari untuk mengetahui pH ( derajat keasaman) biasanya digunakan beberapa indicator asam dan basa diantaranya indicator fenolftalein (PP), metil merah, metil orange, bromtimol, kertas lakmus dan sebagainya. Hal ini dilakukan karena tingkat keasaman suatu larutan asam-basa mempengaruhi kemampuan berionisasi.
Garam ialah senyawa yang sering juga kita temui bahkan kita konsumsi , garam yang kita konsumsi pada umumnya merupakan senyawa NaCl hasil persenyawaan dari ion natrium (Na+) dan ion klorida (Cl-). Banyak sekali jenis garam yang ada di muka bumi ini namun garam-garam tersebut terbentuk berdasarkan jenis reaksi yang berbeda-beda dan berdasarkan sifat keasaman dan kebasaannya. Dari sekian banyak jenis garam yang ada tentunya ada yang terhidrolisis dan tidak tergantung dari jenis reaksinya. Pada garam yang mengalami hidrolisis terdapat pH yang berbeda-beda , dan ini perlu diketahui pHnya karena akan berpengaruh terhadap kemampuan berionisasinya.
untuk lebih jelasnya download  Didieu !!!!

Unknown

Unknown

Mahasiswa S-1 Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Sukabumi